Mari Bersyukur

Beberapa hari ini bolak-balik ke rumah sakit mata nasional yang ada di Bandung. Mengantar dan menjaga kakak ayah yang sedang mengalami gangguan pada penglihatannya. Mulai dari proses pendaftaran sampai pemeriksaan saya ikuti walaupun hanya mengikuti dari belakang.
Selama proses itu otomatis saya melihat juga pasien-pasien lain dengan berbagai macam jenis gangguan pada matanya mulai dari balita yang masih digendong oleh sang bunda sampai yang sudah lanjut usia. Mereka datang dengan keluarganya dan dengan berbagai keluhan.
***
Saat diruang tunggu pemeriksaan terdapat beberapa orang juga yang sedang menunggu dipanggil oleh dokter untuk diperiksa. Terlihat didepan saya seorang anak kira-kira umur 14 tahun-an terus memejamkan matanya sambil terlihat air mata yang keluar, mungkin ia merasakan perih, saya pun tak tahu, anak itu duduk di samping ibunya dan sesekali ngobrol dengan mata masih terpejam. Kasihan.
Saya hanya bisa mendoakan mereka dalam hati, semoga mereka semua lekas sembuh.
Dengan melihat keadaan seperti itu saya merasa jadi orang yang beruntung masih diberi penglihatan yang normal. Alhamdulillah.
***
Ya terkadang kita saya jarang bersyukur dengan apa yang kita miliki, padahal diluar sana masih banyak orang yang tak seberuntung kita. Kita diberi kelebihan namun terkadang kelebihan itu kita gunakan untuk yang tidak-tidak.
Astagfirullah. Ampuni kami ya Rabb.

0 comments:

Post a Comment